Breaking News

Sekjen JKSN Tekankan Pentingnya Pesantren Siap Hadapi Bencana dalam PESTANA


 MADIUN - Sekretaris Jenderal Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN), Mohammad Ghofirin, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA) yang diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur di Bakorwil I Madiun pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat kapasitas pesantren dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana melalui kolaborasi antara pemerintah, pesantren, serta berbagai pemangku kepentingan di Jawa Timur.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Bakorwil I Madiun. Selain menghadirkan Mohammad Ghofirin sebagai narasumber, agenda ini juga menghadirkan Dadang Iqwandi dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, tim Siap Siaga turut memberikan materi mengenai pengurangan risiko bencana, penguatan kapasitas masyarakat, serta strategi pendampingan pesantren dalam membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan sehingga dapat diterapkan secara nyata di lingkungan pesantren.

Dalam pemaparannya, Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun budaya sadar bencana. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mencetak generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat ketika menghadapi situasi darurat maupun bencana alam.

"Pesantren itu memiliki kekuatan besar karena hidup bersama masyarakat. Bahkan kehidupan di pesantren berlangsung selama 24 jam, sehingga seluruh aktivitas santri, pengasuh, dan warga pesantren berada dalam satu lingkungan yang harus benar-benar siap menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan melalui edukasi, pelatihan, simulasi, serta penguatan budaya sadar bencana. Kalau para santri dibekali pemahaman tersebut, mereka tidak hanya siap menjaga lingkungan pesantrennya sendiri, tetapi juga bisa menjadi pelopor dan penggerak saat masyarakat membutuhkan bantuan. Semangat inilah yang terus kita dorong melalui program PESTANA," ujar Mohammad Ghofirin.

Ia menambahkan, keberhasilan program PESTANA tidak dapat diwujudkan oleh satu lembaga saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BPBD, pesantren, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, serta berbagai pihak lainnya agar upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta mampu menjadi pusat edukasi kebencanaan bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Dadang Iqwandi dari BPBD Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun melalui edukasi yang berkesinambungan, pemetaan risiko, hingga pelaksanaan simulasi secara berkala di lingkungan pesantren. "Bencana memang tidak bisa kita hindari, tetapi risikonya bisa kita kurangi apabila seluruh unsur di pesantren memahami langkah-langkah yang harus dilakukan. Karena itu, kegiatan seperti PESTANA menjadi sangat penting untuk memperkuat kapasitas pesantren dalam menghadapi berbagai potensi bencana," ungkapnya.

Melalui kegiatan PESTANA yang diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur ini, JKSN bersama BPBD Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pesantren yang tangguh terhadap bencana. Pelaksanaan di Bakorwil I Madiun juga menjadi rangkaian terakhir dari koordinasi program PESTANA yang sebelumnya telah dilaksanakan di empat wilayah Bakorwil lainnya di Jawa Timur. Dengan rampungnya seluruh rangkaian koordinasi tersebut, diharapkan sinergi yang telah terbangun bersama BPBD di setiap wilayah dapat semakin memperkuat implementasi program Pesantren Tangguh Bencana, sehingga semakin banyak pesantren di Indonesia yang memiliki kapasitas mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana secara mandiri, cepat, adaptif, serta berkelanjutan.

0 Komentar

© Copyright 2025 - JKSN | Jaringan Kyai Santri Nasional