Breaking News

JKSN Ajak Umat Jadikan Sabar sebagai Fondasi Kehidupan

 

Sekretaris Jenderal Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Mohammad Ghofirin menyampaikan pesan penuh makna dalam program Mutiara Ramadhan dengan tema “Sabar dalam Ujian dan Kehidupan.” Dalam penyampaiannya, Ia menegaskan bahwa sabar adalah kalimat yang ringan di lisan, tetapi berat dalam pelaksanaannya. Banyak orang mampu menasihati tentang sabar, namun ketika ujian benar-benar datang, tidak sedikit yang merasa goyah. Karena itulah, sabar bukan sekadar teori, melainkan latihan hati yang harus terus diasah sepanjang kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti mengalami ujian. Tidak ada satu pun yang hidupnya selalu mudah tanpa masalah. Ada yang diuji dengan kesempitan rezeki, ada yang diuji dengan sakit, ada yang diuji dengan persoalan keluarga, bahkan ada yang diuji dengan kelebihan dan jabatan. Semua itu sudah ditegaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an bahwa manusia akan diuji dengan berbagai bentuk cobaan. Maka ketika ujian datang, sejatinya itu adalah bagian dari ketetapan Allah yang memang sudah menjadi sunnatullah dalam kehidupan.

Menjawab pertanyaan yang sering muncul, mengapa Allah memberikan cobaan kepada hamba-Nya, Sekjen JKSN menjelaskan bahwa cobaan bukan untuk menjatuhkan atau melemahkan. Justru sebaliknya, cobaan adalah cara Allah meningkatkan kualitas keimanan seseorang. Iman tidak akan tumbuh kuat tanpa ujian. Seperti emas yang diuji dengan api agar terlihat kemurniannya, begitu pula manusia diuji agar terlihat kualitas sabar, tawakal, dan keyakinannya kepada Allah. Dari situlah derajat seseorang bisa naik di sisi nya.

Ia juga menekankan bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah SWT. Nikmat berasal dari Allah, rezeki berasal dari Allah, kesehatan berasal dari Allah, bahkan ujian pun datang atas izin Allah. Jika semua berasal dari-Nya, maka sikap terbaik seorang hamba adalah bersyukur ketika diberi nikmat dan bersabar ketika diberi ujian. Jangan sampai saat menerima nikmat kita lupa diri, dan ketika menerima cobaan kita justru menyalahkan keadaan. Keseimbangan antara syukur dan sabar itulah yang menjadi tanda kuatnya iman.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan perjuangan umat, pesan kesabaran ini menjadi semakin penting. Perjuangan tidak selalu berjalan mulus. Terkadang ada perbedaan pendapat, kesalahpahaman, bahkan tantangan yang menguras tenaga dan pikiran. Namun jika semua disikapi dengan sabar dan kepala dingin, maka persatuan akan tetap terjaga. Kesabaran membuat seseorang tidak mudah terpancing emosi, tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, serta tetap mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Di akhir pesannya, Sekjen JKSN mengajak seluruh umat dan para jaringan kyai santri nasional untuk benar-benar menjadikan sabar sebagai fondasi dalam kehidupan. Beliau mengingatkan bahwa sabar memang mudah diucapkan, tetapi perlu kesungguhan untuk diamalkan. Yakinlah bahwa setiap ujian adalah proses peningkatan kualitas iman dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Jangan pernah merasa sendiri dalam menghadapi cobaan. Allah yang memberi ujian, Allah pula yang memberi kekuatan. Karena segala-galanya datang dari Allah, maka kepada-Nya kita berserah, berharap, dan memohon pertolongan,” pesannya dengan penuh keteguhan.

0 Komentar

© Copyright 2025 - JKSN | Jaringan Kyai Santri Nasional