![]() |
| JKSN- Pelantikan Pengurus JKSN Kalbar |
Acara pelantikan ini terasa kian istimewa dan sarat makna karena dirangkaikan dengan bedah pemikiran besar Prof. Dr. KH Asep Saifudin Chalim, MA. Mahakarya beliau yang bertajuk “Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia” dikupas tuntas, menyuntikkan energi intelektual kepada ratusan hadirin yang memadati ruangan.
Tampak hadir dalam momentum khidmat tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Papkis) H. Nahruji yang mewakili Kakanwil Kemenag Kalbar, serta deretan kiai khos, ribuan santri, akademisi, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menyiratkan satu pesan kuat: JKSN adalah harapan baru bagi sinergi ulama dan umara.
Benteng Moral Penjaga Republik
Dalam sambutannya yang menggetarkan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat menegaskan bahwa peran kiai dan santri tidak bisa dipandang sebelah mata dalam peta sejarah bangsa. Ia menyebut pesantren sebagai benteng terakhir yang menjaga kewarasan dan moralitas negeri.
“Sejak awal republik ini berdiri, pesantren telah menjadi benteng moral dan penjaga nilai kebangsaan. Hari ini, peran itu harus terus diperkuat agar tetap relevan menjawab tantangan zaman,” tegas Wagub dengan suara lantang, disambut riuh rendah tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut, Wagub menilai kehadiran JKSN di Kalimantan Barat bukan sekadar organisasi biasa, melainkan sebuah oase dan ruang konsolidasi vital. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan mitra strategis yang mampu merajut persatuan di tengah kemajemukan.
“Pemerintah daerah membutuhkan mitra-mitra strategis seperti JKSN untuk menjaga persatuan dan memperkuat harmoni di tengah masyarakat. JKSN harus hadir tidak hanya di mimbar agama, tetapi masuk ke ruang-ruang sosial, ekonomi, dan nadi kebangsaan,” imbuhnya.
Tekad Mengawal Peradaban
Di sisi lain, Sekjen JKSN Mohammad Ghofirin dalam orasi pelantikan menyampaikan bahwa lahirnya kepengurusan ini didasari oleh panggilan jiwa. Organisasi ini adalah manifestasi dari kesadaran kolektif akan pentingnya menyatukan kekuatan moral spiritual dan kekuatan intelektual pesantren dalam satu barisan yang kokoh.
“JKSN hadir untuk menjaga tradisi keislaman ahlussunnah wal jama’ah, memperkuat nasionalisme, serta mengawal pembangunan bangsa agar tetap berkeadilan dan berkeadaban,” ungkap Sekjen JKSN dengan penuh haru dan semangat yang berapi-api.
Pelantikan ini menjadi penanda bahwa JKSN Kalbar siap melangkah, bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai pemain kunci dalam mewujudkan cita-cita luhur menjadikan Indonesia sebagai kiblat peradaban dunia Islam yang rahmatan lil 'alamin.

0 Komentar